Anekdot pengentasan kemiskinan mobil dprd melalui pengadaan mobil dinas.☺
Suatu ketika, seorang warga Bojonegoro yang terkena program pengentasan kemiskinan melalui program ayam petelur, Pak Wono, bertemu dengan seorang anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, Pak Ableh. Pak Wono berkata:
“Pak Ableh, saya mendengar bahwa DPRD Kabupaten Bojonegoro akan mengeluarkan dana besar untuk pengadaan mobil dinas. Apakah itu benar?”
Pak Ableh menjawab:
“Ya, benar. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli mobil dinas yang mewah dan canggih.” Secanggih apa ?
Pak Wono berkata:
“Saya tidak paham, Pak. Saya masih hidup di bawah garis kemiskinan, tapi DPRD Kabupaten Bojonegoro malah membeli mobil dinas yang mewah. Apakah itu adil?”
Pak Ableh tersenyum dan berkata:
“Pak Wono, saya paham perasaan Anda. Tapi, kita harus memikirkan bahwa mobil dinas tersebut akan digunakan untuk kegiatan resmi dan meningkatkan kinerja DPRD.”
Pak Wono menjawab:
“Tapi, Pak, saya masih membutuhkan bantuan untuk saya masih membutuhkan bantuan untuk membeli makanan dan kebutuhan hidup lainnya. Pun juga membeli pakan ayam dan kebutuhan hidup lainnya. Apakah DPRD Kabupaten Bojonegoro tidak bisa membantu saya dan warga lainnya yang membutuhkan?”
Pak Ableh berpikir sejenak dan berkata:
“Pak Wono, saya memiliki ide. Ke depan Kita bisa menggunakan mobil dinas tersebut untuk mengantar pakan ayam dan kebutuhan hidup lainnya ke rumah Anda dan warga lainnya dan Kita bisa menggunakan mobil dinas tersebut untuk mengantar Anda dan warga lainnya yang membutuhkan ke pasar dan tempat lainnya yang membutuhkan.”
Pak Wono tersenyum dan berkata:
“Terima kasih, Pak Ableh. Saya berharap bahwa DPRD Kabupaten Bojonegoro dapat membantu saya dan warga lainnya yang membutuhkan.”
Tiba-tiba, Pak Wono bertanya:
“Pak Ableh, apakah mobil dinas tersebut bisa dijadikan kandang ayam?”
Pak Ableh terkejut dan berkata:
“Eh, tidak bisa, Pak Wono! Mobil dinas tersebut bukan untuk dijadikan kandang ayam!”
Pak Wono menjawab:
“Ooh, sayang sekali. Saya pikir mobil dinas tersebut bisa menjadi lebih berguna jika dijadikan kandang ayam!”
“Pak Wono bertanya lagi , apakah mobil dinas tersebut memiliki fitur yang bisa membuat nasi goreng?”
Pak Ableh terkejut lagi dan berkata:
“Eh, tidak ada fitur seperti itu, Pak Wono!” Opo yooo
Pak Wono menjawab polos
“Ooh, sayang sekali. Saya pikir mobil dinas tersebut bisa menjadi lebih berguna jika memiliki fitur seperti itu!” Hhh
Pak Ableh dan Pak Wono tertawa bersama dan berbicara lebih lanjut tentang bagaimana mereka bisa membantu warga Bojonegoro yang membutuhkan.
Moral dari anekdot :
Cerita di atas mengajarkan kita bahwa kita harus memikirkan kebutuhan warga yang membutuhkan dan tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi atau golongan. Kita harus bekerja sama untuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup warga Bojonegoro. Dan, kita juga harus memiliki humor dan bisa tertawa bersama dalam menghadapi masalah.
