INDOSWARA – BOJONEGORO – Sejumlah karyawan dari PT. Sariguna Primatirta yang bergerak dibidang pengolahan air mineral bermerk Cleo yang terdapat di desa kunci kecamatan Dander Bojonegoro pagi tadi (27/05/22) melakukan unjuk rasa di lokasi mereka bekerja.
Dalam aksinya Petugas kepolisian dari Polres Bojonegoro turut memediasi aksi para karyawan. Menurut Kapolres Bojonegoro AKBP Muhamad mengatakan bahwa pihak Polsek Dander telah memediasi pertemuan antara karyawan dengan pihak manajemen.
“Tadi sudah dibantu dimusyarahkan antara para pihak perusahaan dengan karyawan, dan sudah ada beberapa hal yg disepakati,” ujar Kapolres Bojonegoro AKBP Muhamad.
Dalam aksinya para karyawan ini menuntut agar gantungan Gaji yang diberlakukan kepada seluruh karyawan, yang mana seharusnya hanya karyawan baru yang mendapatkan kebijakan ini, namun pemberlakuan ini juga masih diterapkan pada karyawan lama padahal kebijakan tersebut sudah diterima mereka sejak awal penandatangan kontrak kerja.
Selain itu mereka juga menuntut kejelasan status serta saldo mutlak akumulatif BPJS setiap karyawan yang bisa dibuktikan secara resmi dengan perincian detail.
Karyawan juga tidak mensetujui Pemberlakuan tukar jam kerja pada hari libur atau tanggal merah yang diterapakan oleh manajemen. Mereka juga menolak Lembur kerja 7 jam yang hanya dihitung 3 jam karena dianggap terdapat kerusakan mesin.
Serta ketika karyawan mengalami kecelakaan kerja dan meminta izin untuk libur dengan surat dokter namun pihak perusahaan malah menganggap mereka tidak masuk kerja dan terdapat pemotongan gaji.
Mereka juga menolak arogansi Plant manager serta atitude yang kurang pantas Serta penormalan jam kerja ( 07.00 – 15.00 ) Wib.
Tuntutan terakhir mereka adalah pemotongan telat finger/ Absensi dan diberlakukan surat peringatan (SP). Mereka menggap kalau pemberlakuakn SP sudah diberikan kepada karyawan maka pihak manajemen tidak berhak memotong gaji karyawan.
Sementara itu pihak manajemen dari PT. Sariguna Primatirta sore tadi ketika akan dikonfirmasi terkait aksi para karyawan oleh sejumlah awak media enggan untuk menemui dan belum memberikan konfirmasi hingga berita ininditurunkan (mam/red).
